Friday, April 25, 2014

Puisi puisi cinta

Derap langkah
tebaran debu mengikuti kaki
mengiringi sepanjang jalan
sudah gersangkah dunia ?
terik sengatan matahari
keringat bercucuran
basah seluruh badan
namun……
bibir kering
Ku hampiri sepotong kayu
duduk menatap langit
teringat wajah mu sayang
betapa perih hati ku
Ketika jiwa ku terbuai
engkau berlari
saat ku mengungkapkan cinta sejati ku
engkau menghindar dan menghilang
Namun ku kejar diri mu
hanya bayangan semu yg ku dapat
Biarkanlah………
aku menyendiri tanpa mu
walau hati ku hancur
saat ini aku pasrah
Cuma harapan ku suatu saat
ketika terbangun
engkau telah disisi ku
karena diri mu cinta sejati ku
“Pujangga Kelana”

No comments:

Post a Comment