Monday, March 31, 2014

Puisi Cintaku Untukmu – oleh Ade Supriadin

Lelah dan dahaga yang terasa,,,
Kulit terbakar terpecah terik matahari,,,
Pikiran kering yang teringat
Hanya satu tersisa di asaku,,,
Kaulah belahan hatiku
Kaulah impianku
Kaulah cinta tak tergantikan
Walau panas di padang pasir menyertaiku
Membakar jasadku
Aku takkan menyerah tuk mendapatkan Mu

Thursday, March 27, 2014

Puisi Cinta Pertamaku – oleh Reza

Wajahmu yang Cantik…
Membuatku selalu kagum….
Bagai Rembulan menyinari Bumi
Hidupmu yang Penuh Prestasi
serta….
Akhlakmu yang Takwa…

Aku merasa ada Getaran dihatiku
Hidupku selalu rindu padamu
Entah apa yang terjadi
Hidupku terasa Sepi tanpa melihatmu……
Bagaikan Taman tanpa berbunga

Tapi kata orang inilah cinta….
Cinta yang timbul Segera
Serta…..
Cinta Pertamaku….

Saturday, March 22, 2014

Puisi Lukisan Cinta – oleh Nanda Insadani

Kugoreskan kuas di atas kanvas hati
Tenang,aku bukan pelukis
Bukan juga seorang penulis
Hanya berharap dikau cinta sejati

Aku tak punya cat warna
Hanya senyum manismu itu…
Pewarna hidupku di dunia
Ya,kau pantas menjadi ratu hatiku

Aku sedang melukis…
Bukan wajah,tapi dirimu
Tidak ada maksud romantis
Hanya kau yang dipikiranku,manis

Wednesday, March 19, 2014

Puisi Bunga Mawar – oleh Bella Resa

Siapa Dia
Lihat…
Indah rupawan bentuknya
Cantik menawan warnanya
semerbak parfum erofa wanginya
Mawar..
owhh…nama yang indah
nama yang cantik
nama yang bersejarah
untuk para remaja masa kini
siapa yang tak mengenal mawar
bunga yang mekar
bunga yang segar
dan juga menggelegar

Monday, March 17, 2014

Puisi Tanpa Alasan – oleh Nanda Insadani

Butir-butir asmara mengguyur hati
Yang dulu penuh debu dan usang
Mengapa ini bisa terjadi?
Aku mulai curiga pada seseorang…

Lensa ini terfokus pada sosok idealis
Tampang jasmani biasa saja
Aku juga bukan pria materialis
Jelas sudah dia bukan putri raja

Sudah lama aku mengenalnya
Tapi,jatuh cinta? Aku mulai kasmaran!
Semua ini benar aneh rasanya
Cintaku padanya,tanpa alasan…

Tidak,aku merasa dipancing tanpa umpan!
Tiap lamunanku kian diisi bayangnya
Aliran darahku memuat partikel cinta padanya
Benar,semua ini tanpa alasan!
Betapa bodohnya andai diriku ikan…

Kan kulepas kailmu di hatiku!
Biarlah sekujur tubuh ini kaku
Tanpa alasan,kuucap selamat jalan…

Wednesday, March 12, 2014

Puisi Kau Tahu Apa – oleh Nanda Insadani

Kutatap langit penuh rasa
Cahaya bintang menghidupkan malam
sapaan rembulan meramahkan suasana
Tapi senyumanmu meluluhkan hati yang kelam
Kau tahu apa?

Aku disini duduk bersila kaki
Kau dicintai,itu teramat pasti
Aku mencintai, itupun dirimu lagi
Jikalau dikau mengerti,tunggu apa lagi…
Kau tahu apa?

Berfikir dikau para lelaki itu sama
Kata bunda,itu boleh saja
Diriku berkata,akupun berbeda
Hanya merasa lain, tak pernah sama
Kau tahu apa?

Berperasaan dirimu tak hebat
Menduga tak seindah mereka
Tapi dirimu itu sungguh terlewat
Bagiku dirimu itu bidadari surga
Aku tahu apa?

Hatimu padaku,tak pernah kutahu
Cintamu akan siapa,Tuhan yang tahu
Sekarang ku berdiri,menanti jawabmu
Bukan ku nanti, hanya kutunggu

Puisi Mata Surga – oleh Nanda Insadani

Berkelana daku dengan izin Tuhan
Kucari kugali sekarung pengalaman
Tak kunjung jua kutahu arti keindahan…

Sejak itu dan sekarang,kupahami perlahan
Tap!Langkahku terhenti disini
Sesosok gadis datang menghampiri
Kutatap matanya dengan hati
Tumbang diri ini dengan pasti
Ku tak tahan ingin menangis
Betapa indah mata si manis
Tuhan memang sejatinya pelukis
Nikmatnya sungguh tiada habis
Jikalau itu mata surga,kembalikanlah…

Para malaikat pasti marah
Keindahan surga kau rampas
Ayo,kutemani dikau ke langit atas..

Jangan kau coba merayu
Jangan kau peluk ragaku
Aku takkan meninggalkanmu
Aku telah jatuh hati padamu…