Kesedihan hati telah membelenggu bibir
dari tawa dan senyumku
kini tak ada lagi secercah harapan
yang dapat terimpikan olehku
tak ada seorang pun yang bisa melukis
senyum indahku terkecuali engkau pangeran hatiku
Segenap hati dan kerinduan
telah ku persembahkan untukmu
jika dalam keheningan malam
aku tetap berdiri diam menyapa bulan
yang tak kunjung terang
itu karena segenap sukma jiwaku
mengharapkan engkau berada di sisiku
Tapi kini engkau telah jauh melangkah bersama tuhanmu
jika pun kini engkau berada dalam keabadian
izinkan segenap cintaku
mengisi relung hatimu yang masih tersisa
Biarlah kini ku lukis setangkai mawar merah
di atas semua kenangan kita
agar engkau ingat langit senja yang menyatukan kita
dan senja itu pula yang merebutmu dari dekapan hangatku
teruntuk engkau terkasih. aku mencintaimu...
Showing posts with label puisi cinta. Show all posts
Showing posts with label puisi cinta. Show all posts
Sunday, March 2, 2014
Tuesday, February 25, 2014
TAK INGIN
Ingin ku hempas rasa yang ada
Ingin ku tanggalkan rindu yang mendera
Namun tetap masih tak bisa
Ingin ku hapus namamu
Ingin ku lupakan raut wajahmu
Namun masih ku tak mampu
Tak ingin,,,
Tetap tak ingin beranjak
Dari situasi ini
Tetap dan masih ada,,,
Rasa ini untukmu saat ini
Ku tak tau harus apa,,,?
Dan berbuat apa,,,?
Hanya menanti,,,
Akankah ada keajaiban
Entahlah,,,,,,,,
Ingin ku tanggalkan rindu yang mendera
Namun tetap masih tak bisa
Ingin ku hapus namamu
Ingin ku lupakan raut wajahmu
Namun masih ku tak mampu
Tak ingin,,,
Tetap tak ingin beranjak
Dari situasi ini
Tetap dan masih ada,,,
Rasa ini untukmu saat ini
Ku tak tau harus apa,,,?
Dan berbuat apa,,,?
Hanya menanti,,,
Akankah ada keajaiban
Entahlah,,,,,,,,
Saturday, February 15, 2014
TITIP RINDU UNTUK PUJAAN HATI
Semilir angin malam yang berhembus
sampaikan rasa rinduku padanya
bulan dan bintang temaniku malam ini
aku merasa sepi tnap kehadirannya
Ini hnyalah sebuah kata sederhana
yang mnjdikannya sebuah puisi sederhana
Inilah ungkapan rasa hatiku
untukmu pujaan hatiku...
Oh pujaan hati..
apakah engkau disana memikirkan aku malam ini ?
seperti aku yang sedang memikirkanmu saat ini,
bayang bayangmu menghantui otakku..
membuat aku semakin rindu padamu...
Aku mencintaimu dengan setulus hatiku
tiada kepalsuan dihati ini..
oh pujaan hati..
Kau bagaikan embun penyejuk
yang mampu menyejukkan hatiku
Oh pujaan hatii..
Kau sosok pangeran yang kupuja
Kau dambaan hatiku..
sampaikan rasa rinduku padanya
bulan dan bintang temaniku malam ini
aku merasa sepi tnap kehadirannya
Ini hnyalah sebuah kata sederhana
yang mnjdikannya sebuah puisi sederhana
Inilah ungkapan rasa hatiku
untukmu pujaan hatiku...
Oh pujaan hati..
apakah engkau disana memikirkan aku malam ini ?
seperti aku yang sedang memikirkanmu saat ini,
bayang bayangmu menghantui otakku..
membuat aku semakin rindu padamu...
Aku mencintaimu dengan setulus hatiku
tiada kepalsuan dihati ini..
oh pujaan hati..
Kau bagaikan embun penyejuk
yang mampu menyejukkan hatiku
Oh pujaan hatii..
Kau sosok pangeran yang kupuja
Kau dambaan hatiku..
Monday, February 10, 2014
MENATAPMU TAK SAMPAI AKU
Menatap pagi,
Tak bisa diprediksi.
Menatap siang,
Tak bisa diulang.
Menatap Malam,
Tak bisa diterka.
Menatapmu,
Tak sampai logikaku bertemu.
Melihatmu,
Tak sampai ragaku bersih tanpa peluh.
Memerhatikanmu,
Tak sampai pikiranku meramu.
Menghadapmu,
Tak sampai bibir ini beradu.
Mendekatimu,
Tak sampai jentung ini pelan berdegup.
Mencintaimu,
Tak sampai hati ini mengeluarkan pisaunya.
Menyayangimu,
Tak sampai bibir ini mengelurkan racunnya.
Memilikimu,
Tak sampai raga ini melepaskannya.
Denganmu,
Tak sampai hati ini membaginya.
Tak bisa diprediksi.
Menatap siang,
Tak bisa diulang.
Menatap Malam,
Tak bisa diterka.
Menatapmu,
Tak sampai logikaku bertemu.
Melihatmu,
Tak sampai ragaku bersih tanpa peluh.
Memerhatikanmu,
Tak sampai pikiranku meramu.
Menghadapmu,
Tak sampai bibir ini beradu.
Mendekatimu,
Tak sampai jentung ini pelan berdegup.
Mencintaimu,
Tak sampai hati ini mengeluarkan pisaunya.
Menyayangimu,
Tak sampai bibir ini mengelurkan racunnya.
Memilikimu,
Tak sampai raga ini melepaskannya.
Denganmu,
Tak sampai hati ini membaginya.
Wednesday, February 5, 2014
RASA YANG SEMU
Ya Rabb,,,
Ada apa dengan rasa ini?,,,
Rasa yang semakin hari
Semakin kuat mendera
Getaran hati yang begitu cepat
Cepat memompa jantung ku,,,
Jujur,,,aku tak inginkan rasa ini
Tak ingin ya Rabb,,,
Rasa yang semu,,,
Namun aku tak bisa berbuat apa apa
Dengan rasa semu ku ini
Entah sampai kapan rasa ini kan pergi?,,,
Ya,,,kan pergi juga berlalu
Eemm,,,saat ini kan kunikmati saja
Walau ku tau ini begitu sakit,,,
Namun biar kan ku nikmati sendiri
Rasa semu ini hanya untukmu,,,
Walau kau tau dan tak peduli
Namun ku kan setia disini
Ya,,,disini dirasa yang semu,,,
Ada apa dengan rasa ini?,,,
Rasa yang semakin hari
Semakin kuat mendera
Getaran hati yang begitu cepat
Cepat memompa jantung ku,,,
Jujur,,,aku tak inginkan rasa ini
Tak ingin ya Rabb,,,
Rasa yang semu,,,
Namun aku tak bisa berbuat apa apa
Dengan rasa semu ku ini
Entah sampai kapan rasa ini kan pergi?,,,
Ya,,,kan pergi juga berlalu
Eemm,,,saat ini kan kunikmati saja
Walau ku tau ini begitu sakit,,,
Namun biar kan ku nikmati sendiri
Rasa semu ini hanya untukmu,,,
Walau kau tau dan tak peduli
Namun ku kan setia disini
Ya,,,disini dirasa yang semu,,,
Thursday, January 30, 2014
IKHLASKU TERSENYUM
Selalu berharap, selalu menanti
Membuatku selalu gundah dan resah akan hal itu
Namun tak sedikitpun ku berpikir tuk mengakhiri semuanya
Walau ku tahu kau sudah dengannya
Tak perlu kau tahu, tak perlu kau membalas
Apapun yang telah ku berikan hingga detik ini untukmu adalah bahagiaku
Melihatmu tersenyum bahagia merupakan suatu hadiah terindah di dalam hidupku
Akupun tak peduli, biarpun ku harus tertatih
Dan ku rasa ku tak perlu menyesali apapun yang pernah kulakukan untuk kebahagiaanmu
Karena bagiku kebahagiaanku adalah melihat dirimu bahagia walau tanpa hadirnya diriku dihatimu
Membuatku selalu gundah dan resah akan hal itu
Namun tak sedikitpun ku berpikir tuk mengakhiri semuanya
Walau ku tahu kau sudah dengannya
Tak perlu kau tahu, tak perlu kau membalas
Apapun yang telah ku berikan hingga detik ini untukmu adalah bahagiaku
Melihatmu tersenyum bahagia merupakan suatu hadiah terindah di dalam hidupku
Akupun tak peduli, biarpun ku harus tertatih
Dan ku rasa ku tak perlu menyesali apapun yang pernah kulakukan untuk kebahagiaanmu
Karena bagiku kebahagiaanku adalah melihat dirimu bahagia walau tanpa hadirnya diriku dihatimu
Saturday, January 25, 2014
BAYANGAN DIRIMU
Dirimu bagiku merengkuh napasku
menjemputku dari mimpi gelap semu
Andaikan aku tiada berpaling padamu
Tetap kuterjerat oleh waktu usang berdebu
Cintaku merumuskan rumitnya rasa ini
Seakan hanya berdua di muka bumi
Kau tanamkan rasa dan harap di hati
Pastikan ada bahagia abadi
Tahukah kamu, senyum dan wajahmu
menyiram cahaya di sukma kelamku
Semakin menggores sinar yang berpendar
Sindah pelangi yang enggan tuk pundar
Irama kasihmu, kan selalu tersimpan
Dirimu peragakan drama penuh warna-warni
Seperti hujan dinginkan gerahnya dunia
Kekuatan bayangan cintamu
Takkan kulepas bayangan wajahmu
Hingga ku gelisah dan membatin
Akankah dirimu di ujung waktuku
Tapi damai yang di wajah teduhmu
Buatku yakin tiada ragu
menjemputku dari mimpi gelap semu
Andaikan aku tiada berpaling padamu
Tetap kuterjerat oleh waktu usang berdebu
Cintaku merumuskan rumitnya rasa ini
Seakan hanya berdua di muka bumi
Kau tanamkan rasa dan harap di hati
Pastikan ada bahagia abadi
Tahukah kamu, senyum dan wajahmu
menyiram cahaya di sukma kelamku
Semakin menggores sinar yang berpendar
Sindah pelangi yang enggan tuk pundar
Irama kasihmu, kan selalu tersimpan
Dirimu peragakan drama penuh warna-warni
Seperti hujan dinginkan gerahnya dunia
Kekuatan bayangan cintamu
Takkan kulepas bayangan wajahmu
Hingga ku gelisah dan membatin
Akankah dirimu di ujung waktuku
Tapi damai yang di wajah teduhmu
Buatku yakin tiada ragu
Monday, January 20, 2014
ENTAHLAH
Dadaku bergetar berbeda sa'at menatap mata itu..
Rasa ingin mengenal,Rasa ingin mengerti
Semua Tentang mata itu..
Keinginan itu tajam memandang,
Jauh kelangit yg berbintang lebat
Keinginan ingin memililiki
Entah salah entah tidak?
Perasa'an memiliki keterbatasan yg tanpa mata
Tapi mampu merasakan yg tak merasa
Seperti halnya cinta,,
Memiliki rasa yg lebih jauh
Lebih tinggi
Dari sebatas mata memandang
Rasa ingin mengenal,Rasa ingin mengerti
Semua Tentang mata itu..
Keinginan itu tajam memandang,
Jauh kelangit yg berbintang lebat
Keinginan ingin memililiki
Entah salah entah tidak?
Perasa'an memiliki keterbatasan yg tanpa mata
Tapi mampu merasakan yg tak merasa
Seperti halnya cinta,,
Memiliki rasa yg lebih jauh
Lebih tinggi
Dari sebatas mata memandang
Wednesday, January 15, 2014
JIKA SAAT INI
JiIka saat ini,,,
Kau ingin ku pergi
ku akan pergi,,,
Pergi menjauh dari kehidupanmu
Jika saat ini,,,
Kau ingin ku menghilang
Ku akan menghilang
Menghilang ditelan bumi
Jika saat ini,,,
Kau tak rindukan aku
Ku akan buang rinduku jauh jauh
Ya,,,rinduku padamu
Ku akan rela,,,
Ku akan ihklas melepasmu
Walau itu begitu berat kurasa
Mungkin ini lebih baik
Aku merasa bahagia
Walau hanya melihat
Senyum manis dibibirmu
Tanpa harus memilikimu seutuhnya
Aku tulus,,,aku ihklas mencintaimu
Dan aku pun harus tulus juga ihklas
Melepasmu,,,karena aku yakin
Tanpa dirimu aku pun kan bahagia
Kau ingin ku pergi
ku akan pergi,,,
Pergi menjauh dari kehidupanmu
Jika saat ini,,,
Kau ingin ku menghilang
Ku akan menghilang
Menghilang ditelan bumi
Jika saat ini,,,
Kau tak rindukan aku
Ku akan buang rinduku jauh jauh
Ya,,,rinduku padamu
Ku akan rela,,,
Ku akan ihklas melepasmu
Walau itu begitu berat kurasa
Mungkin ini lebih baik
Aku merasa bahagia
Walau hanya melihat
Senyum manis dibibirmu
Tanpa harus memilikimu seutuhnya
Aku tulus,,,aku ihklas mencintaimu
Dan aku pun harus tulus juga ihklas
Melepasmu,,,karena aku yakin
Tanpa dirimu aku pun kan bahagia
Friday, January 10, 2014
1 CINTA DI 2 PULAU
Pagi itu yang masih buta;
Perlahan aku buka pintu yang dibaliknya tak tahu ada apa.
Suara merdu bernyanyian dalam kamar yang kosong
Aku sapa siapa yang ada
Aku jabat tangan pada siapa yang aku bisa
Aku pandang wajah eloknya pada siapa yang aku lihat
Pagi yang buta memberikan suasana baru
Mata yang berkunang melihat cerah paras indahmu yang sempat hilang
Jika aku bersimpuh, maka rasa yang dulu akan kau rasa
Jika aku berkata, maka cinta ini akan kau tolak
Cukup aku hampirimu dengan uluran tangan pagiku
Kau peluk tanganku
Kau cium tanganku meski bukan bibirmu yang aku rasakan
Oohhh ,,,..
Kau yang didepanku itu;
Aku gila padamu sementara kau menganggapku baik-baik saja
Aku melihatmu sementara kau tak pernah memikirkan apa yang aku pandang
Aku tersesat dalam perjalanan yang setia
Darah kotor
Jiwa lemah
Mata nanar
Hati gelisah
Musnah sudah jika yang aku rasakan adalah hadirmu
Hadirmu disetiap pagi yang buta menjadi baca
Lalu, kau pergi dengan tanpa membawa senyumku
Kau meninggalkan tempat kelahiranku tanpa secarik harapan kau akan kembali
Yang dulu yang sekarang yang besok
Aku ingin bersamamu ditelan masa karna cinta kita
Kasih yang melekat terpisahkan alam terhampar
Dan janji kita; akan menemukan kebersamaan
Perlahan aku buka pintu yang dibaliknya tak tahu ada apa.
Suara merdu bernyanyian dalam kamar yang kosong
Aku sapa siapa yang ada
Aku jabat tangan pada siapa yang aku bisa
Aku pandang wajah eloknya pada siapa yang aku lihat
Pagi yang buta memberikan suasana baru
Mata yang berkunang melihat cerah paras indahmu yang sempat hilang
Jika aku bersimpuh, maka rasa yang dulu akan kau rasa
Jika aku berkata, maka cinta ini akan kau tolak
Cukup aku hampirimu dengan uluran tangan pagiku
Kau peluk tanganku
Kau cium tanganku meski bukan bibirmu yang aku rasakan
Oohhh ,,,..
Kau yang didepanku itu;
Aku gila padamu sementara kau menganggapku baik-baik saja
Aku melihatmu sementara kau tak pernah memikirkan apa yang aku pandang
Aku tersesat dalam perjalanan yang setia
Darah kotor
Jiwa lemah
Mata nanar
Hati gelisah
Musnah sudah jika yang aku rasakan adalah hadirmu
Hadirmu disetiap pagi yang buta menjadi baca
Lalu, kau pergi dengan tanpa membawa senyumku
Kau meninggalkan tempat kelahiranku tanpa secarik harapan kau akan kembali
Yang dulu yang sekarang yang besok
Aku ingin bersamamu ditelan masa karna cinta kita
Kasih yang melekat terpisahkan alam terhampar
Dan janji kita; akan menemukan kebersamaan
Sunday, January 5, 2014
CEMBURUKU
Kasih
Aku cemburu pada mereka
Yang setiap saat berada disisimu
Bersamamu
Yang setiap saat memilikimu
Menikmati teduhnya senyummu
Setiap saat mereka menguasaimu
Menggenggam lepasnya tawamu
Merasakan apa yang tak selalu bisa kurasakan
Mereka semakin membuatku cemburu
Saat mereka mengalahkanku
Saat aku tak mampu seperti mereka
Yang senantiasa didekatmu
Saat aku hanya bisa memilikimu dialam kedua
Alam mimpiku
Ini bukan salahmu
Ini hanya kecemburuanku
Dimana aku terlalu takut kehilanganmu
Aku cemburu pada mereka
Yang setiap saat berada disisimu
Bersamamu
Yang setiap saat memilikimu
Menikmati teduhnya senyummu
Setiap saat mereka menguasaimu
Menggenggam lepasnya tawamu
Merasakan apa yang tak selalu bisa kurasakan
Mereka semakin membuatku cemburu
Saat mereka mengalahkanku
Saat aku tak mampu seperti mereka
Yang senantiasa didekatmu
Saat aku hanya bisa memilikimu dialam kedua
Alam mimpiku
Ini bukan salahmu
Ini hanya kecemburuanku
Dimana aku terlalu takut kehilanganmu
Monday, December 30, 2013
HATI YANG TERLUKA
Awal ku bertemu
Hatiku berdetak lebih kencang
Setiap ku bertemu dengannya
timbul perasaan yang berbeda
Apakah ini yang di namakan cinta??
Cinta pada pandangan pertama
Senyumannya membuat ku bahagia
Ku merasa nyaman saat di dekatnya
Tetapi saat dia mengetahui
kalau ku menyukainyaa
Dia menghindar
entah kenapa...
Ku kecewa dengannya
Ternyata harapan yang ia kasih
hanyalah harapan palsu
Ku hanya bisa terdiam dan merenunginya
Hatiku gundah
Hatiku galau
Usai sudah harapanku
Hatiku terasa pedih
Sakit hatiku saat ku melihat
dia bersama wanita lain
Tetapi cemburupun aku tak berhak
Karena ku bukan siapa-siapanya
Hatiku berdetak lebih kencang
Setiap ku bertemu dengannya
timbul perasaan yang berbeda
Apakah ini yang di namakan cinta??
Cinta pada pandangan pertama
Senyumannya membuat ku bahagia
Ku merasa nyaman saat di dekatnya
Tetapi saat dia mengetahui
kalau ku menyukainyaa
Dia menghindar
entah kenapa...
Ku kecewa dengannya
Ternyata harapan yang ia kasih
hanyalah harapan palsu
Ku hanya bisa terdiam dan merenunginya
Hatiku gundah
Hatiku galau
Usai sudah harapanku
Hatiku terasa pedih
Sakit hatiku saat ku melihat
dia bersama wanita lain
Tetapi cemburupun aku tak berhak
Karena ku bukan siapa-siapanya
Wednesday, December 25, 2013
KEMBALINYA MUSIM INI (SEMI)
Mungkin Tuhan tidak mengizinkan
Langit untuk selalu biru
Sang mentari muncul terlebih dahulu
Untuk menyambut hariku
Tuan bulan dan para bintang selalu memancarkan sinarnya
Untuk menemaniku jika sang senja mulai tertutup awan hitam hingga daku terlelap
Namun, daku yakin bahwa
Tuhan telah menjanjikanku keindahan tarian sang dewa pelangi
Di saat derasnya tangisan dewi hujan mulai mereda
Dan disaat amukan badai mulai berlalu
Kemarau panjang telah daku lewati
Kenangan di musim kemarau mulai usang
Peristiwa pahit mulai terusir dari bayanganku
Ketika musim ini mulai datang
Daku berharap
Deretan kenangan dan peristiwa yang amat menyayat hati ini mulai lapuk
Hanya kebahagiaan yang layak untuk mengisi hariku
Dan kau bersedia mengirimkan manusia yang benar-benar tulus untuk mengisi hariku
Langit untuk selalu biru
Sang mentari muncul terlebih dahulu
Untuk menyambut hariku
Tuan bulan dan para bintang selalu memancarkan sinarnya
Untuk menemaniku jika sang senja mulai tertutup awan hitam hingga daku terlelap
Namun, daku yakin bahwa
Tuhan telah menjanjikanku keindahan tarian sang dewa pelangi
Di saat derasnya tangisan dewi hujan mulai mereda
Dan disaat amukan badai mulai berlalu
Kemarau panjang telah daku lewati
Kenangan di musim kemarau mulai usang
Peristiwa pahit mulai terusir dari bayanganku
Ketika musim ini mulai datang
Daku berharap
Deretan kenangan dan peristiwa yang amat menyayat hati ini mulai lapuk
Hanya kebahagiaan yang layak untuk mengisi hariku
Dan kau bersedia mengirimkan manusia yang benar-benar tulus untuk mengisi hariku
Friday, December 20, 2013
KEMBALILAH
Termenung dalam keheningan
melayang dalam pikiran
terdiam dalam kesepian
sampai dingin menusuk tulang
Diriku terus memandang
jendela luas di depan mata
berharap kau datang kembali
dalam hidupku
Inginku hanya satu
kembalilah padaku
tak tau kah engkau
bahwa aku menantimu
Bintang,katakan padanya
bahwa disini
ada sebagian hidupnya
yang menantinya
di ujung jalan sepi ini
Kembalilah...kembalilah...
melayang dalam pikiran
terdiam dalam kesepian
sampai dingin menusuk tulang
Diriku terus memandang
jendela luas di depan mata
berharap kau datang kembali
dalam hidupku
Inginku hanya satu
kembalilah padaku
tak tau kah engkau
bahwa aku menantimu
Bintang,katakan padanya
bahwa disini
ada sebagian hidupnya
yang menantinya
di ujung jalan sepi ini
Kembalilah...kembalilah...
Sunday, December 15, 2013
DA VINCI YANG JATUH CINTA
Saat ku terpaku dalam aljabar,
angin yang berhembus kencang memporak-porandakan ruang belakang,
bagai hanya angin lalu tanpa jejak.
Otakku berlari amat kencang,
namun hatiku hanya diam dalam gelap kesepian,
Aku bertanya dalam batin,
apa itu cinta?
otakku kaku,
namun ketika aku bertanya akan aritmatika, geometri,
dalam sekejab ribuan soal itu tuntas...
Namun kian hari berganti aku berjalan seperti adanya,
tuhan memeberiku rasa indah itu,
Cinta...
begitulah orang memanggilnya,
hatiku berdegup keras bagai guncangan zat kimia dalam gelas ukur,
keringatku basah bercucuran bagai titik embun dalam tabung reaksi,
saat aku melangkah mendekatinya,
ingin aku mengukurnya seberapa senti jarak kita,
dalam hitungan milipun aku tetap ingin lebih dekat lagi dan lagi...
hingga ku dekap dia dan kumiliki selamanya...
angin yang berhembus kencang memporak-porandakan ruang belakang,
bagai hanya angin lalu tanpa jejak.
Otakku berlari amat kencang,
namun hatiku hanya diam dalam gelap kesepian,
Aku bertanya dalam batin,
apa itu cinta?
otakku kaku,
namun ketika aku bertanya akan aritmatika, geometri,
dalam sekejab ribuan soal itu tuntas...
Namun kian hari berganti aku berjalan seperti adanya,
tuhan memeberiku rasa indah itu,
Cinta...
begitulah orang memanggilnya,
hatiku berdegup keras bagai guncangan zat kimia dalam gelas ukur,
keringatku basah bercucuran bagai titik embun dalam tabung reaksi,
saat aku melangkah mendekatinya,
ingin aku mengukurnya seberapa senti jarak kita,
dalam hitungan milipun aku tetap ingin lebih dekat lagi dan lagi...
hingga ku dekap dia dan kumiliki selamanya...
Tuesday, December 10, 2013
SETIAKU
Jika memang kau tak lagi di hatiku..
Mengapa kau masih di sini ..
Menemani hari sepi ku..
Aku semakin tak mengerti..
Dengan dirimu..
Dengan sikapmu..
Kau seakan sembunyikan..
Sebuah cinta yg tak ada ketulusan..
Sedangkan aku..
Setia dengan cintaku di sini..
Walau aku sudah tak di anggap lagi..
Inilah aku..
Aku bukan boneka..
Yang bisa kau mainkan..
Aku Hanya manusia biasa..
Yang mengharapkan kesetiaan..
Setiaku Selama ini..
Seakan tiada guna lagi..
Setelah kau warnai dengan dusta..
Cinta tak perlu belas kasihan..
Cintaku membutuhkan keikhlasan..
Bukan Hanya raga..
Namun hatiku juga ingin merasakan..
Indahnya cinta & kesetiaan.
Namun sekarang kau telah berubah..
Setelah kau mengenal dia..
Semudah itu kah kau melupakan diriku..
Mengapa kau masih di sini ..
Menemani hari sepi ku..
Aku semakin tak mengerti..
Dengan dirimu..
Dengan sikapmu..
Kau seakan sembunyikan..
Sebuah cinta yg tak ada ketulusan..
Sedangkan aku..
Setia dengan cintaku di sini..
Walau aku sudah tak di anggap lagi..
Inilah aku..
Aku bukan boneka..
Yang bisa kau mainkan..
Aku Hanya manusia biasa..
Yang mengharapkan kesetiaan..
Setiaku Selama ini..
Seakan tiada guna lagi..
Setelah kau warnai dengan dusta..
Cinta tak perlu belas kasihan..
Cintaku membutuhkan keikhlasan..
Bukan Hanya raga..
Namun hatiku juga ingin merasakan..
Indahnya cinta & kesetiaan.
Namun sekarang kau telah berubah..
Setelah kau mengenal dia..
Semudah itu kah kau melupakan diriku..
Thursday, December 5, 2013
CINTA TERBAIK
Jujur Saja Ku Tak Mampu
Hilangkan Wajahmu Dari Hatiku
Mungin Karna Aku Masih Sangat Mencintaimu
Aku Mencintaimu Lebih Dari Yang Kau Tau
Meski Ku Bukan yang Pertama Di Hatimu
Tapi Cintaku Terbaik Untukmu
Jujur Saja Ku Tak Mampu Hilangkan Senyumu Dari Mataku
Aku Tak ampu Untuk Menjauh Darimu
Aku Ingin Selalu Bersamamu
Tapi Kau Telah Pergi Meninggalkanku
Walau Pun Kau Telah Tiada
Tapi Cintaku Yang Terbaik Untukmu
Hilangkan Wajahmu Dari Hatiku
Mungin Karna Aku Masih Sangat Mencintaimu
Aku Mencintaimu Lebih Dari Yang Kau Tau
Meski Ku Bukan yang Pertama Di Hatimu
Tapi Cintaku Terbaik Untukmu
Jujur Saja Ku Tak Mampu Hilangkan Senyumu Dari Mataku
Aku Tak ampu Untuk Menjauh Darimu
Aku Ingin Selalu Bersamamu
Tapi Kau Telah Pergi Meninggalkanku
Walau Pun Kau Telah Tiada
Tapi Cintaku Yang Terbaik Untukmu
Saturday, November 30, 2013
CAHAYA DIATAS CAHAYA
Seiring Gemercik Air Mengalir
Hempasan Angin
Gemeretak Helai Dedaunan
Kupersembahkan Untaian Do'a Dalam Sebuah Nama
Sebagai Ungkapan Rasa Kasihku Padamu
Wahai Puspita.
Lentera berkilau mengitari bumi
menepis daun-daun berselimut ungu
saat itu dewa pengantar menuliskan puisi
cahaya diatas cahaya
Impianmu selaksa do'a
terurai membahana
membasahi relung-relung jiwa
dalam-dalam
dalam masa
kau rajut cinta
dengan segala do'a dan air mata
Lautan semesta gita
pada ruang dan rentang waktu
kau ukir tinta emasmu
dalam diammu tersimpul sosok pribadi
santun polos dan terpuji
Ilir danau beningnya embun
kau sematkan iman
pada tarikan nafas panjangmu
rahasia dibalik rahasia
jadilah engkau seorang hamba yang berhati mulia
Semangat juangmu membakar pusar air pada dinding-dinding batu terjal
cahaya diatas cahaya
mengiringi setiap desah nafas Puspita
Senyummu luas samudera
semilir angin semerbak wangi bunga melati dipagi hari
kau selimutui auramau dengan baju dzikirmu
Ucapanmu, sapaan lembutmu, menjelma menari bisu dalam sukma
larutkan kesejukan nafas alam
Remang malam cahaya bintang putihnya awan
kau selipkan bait-bait suci dengan suara hampir tersembunyi
Yakinlah ini anugerah, bersyukurlah
Andainya suatu ketika nanti kau dapat mengeja wajah negeri
ku titip kepadamu hamparan tanah yang bergambar
beredar dan tenggelam
bacalah, ada hanya sebatas pandangan mata
walau adanya tak ada
hanya karena kita tak mampu mencerna
Nun
inilah sketsa yang terangkum lewat kata
menebar aroma, melahirkan bahasa rasa
semoga terjaga, jalinan silaturrahmi terpelihara
Insya Allah.
Hempasan Angin
Gemeretak Helai Dedaunan
Kupersembahkan Untaian Do'a Dalam Sebuah Nama
Sebagai Ungkapan Rasa Kasihku Padamu
Wahai Puspita.
Lentera berkilau mengitari bumi
menepis daun-daun berselimut ungu
saat itu dewa pengantar menuliskan puisi
cahaya diatas cahaya
Impianmu selaksa do'a
terurai membahana
membasahi relung-relung jiwa
dalam-dalam
dalam masa
kau rajut cinta
dengan segala do'a dan air mata
Lautan semesta gita
pada ruang dan rentang waktu
kau ukir tinta emasmu
dalam diammu tersimpul sosok pribadi
santun polos dan terpuji
Ilir danau beningnya embun
kau sematkan iman
pada tarikan nafas panjangmu
rahasia dibalik rahasia
jadilah engkau seorang hamba yang berhati mulia
Semangat juangmu membakar pusar air pada dinding-dinding batu terjal
cahaya diatas cahaya
mengiringi setiap desah nafas Puspita
Senyummu luas samudera
semilir angin semerbak wangi bunga melati dipagi hari
kau selimutui auramau dengan baju dzikirmu
Ucapanmu, sapaan lembutmu, menjelma menari bisu dalam sukma
larutkan kesejukan nafas alam
Remang malam cahaya bintang putihnya awan
kau selipkan bait-bait suci dengan suara hampir tersembunyi
Yakinlah ini anugerah, bersyukurlah
Andainya suatu ketika nanti kau dapat mengeja wajah negeri
ku titip kepadamu hamparan tanah yang bergambar
beredar dan tenggelam
bacalah, ada hanya sebatas pandangan mata
walau adanya tak ada
hanya karena kita tak mampu mencerna
Nun
inilah sketsa yang terangkum lewat kata
menebar aroma, melahirkan bahasa rasa
semoga terjaga, jalinan silaturrahmi terpelihara
Insya Allah.
Monday, November 25, 2013
PEREMPUAN DI SELATAN SANA
Mata ini lemah memandang perempuanku, kau yang ada disana
Kaki ini tak tahu melangkah menjemputmu, perempuanku yang ada disana
Tangan ini tak bisa merangkulmu yang jauh; kau yang disana
Hati yang bertadabbur tak sanggup membawa raga yang merindumu
aku harus bagaimana ?
Sementara jasmaniku tak dibawa terbang rohku yang melayang didepanmu
aku harus bagaimana ?
Mata ini tak mampu menyerang elok wajah yang disana
telinga ini tak siap mendengar intonasimu yang jauh disana
mulut ini membisu, diam untuk kau yang disana
Perempuanku yang disana
aku lihat matamu disini, dikamarku
aku peluk tanganmu dengan tangaku di kamarku
aku tutup matamu dengan cintaku
disitu, dikamarku
aku lakukan
aku ucapkan
aku cium keningmu
aku ucapkan didepanmu
kau akan aku tunggu dengan perasaan yang sama .
Kaki ini tak tahu melangkah menjemputmu, perempuanku yang ada disana
Tangan ini tak bisa merangkulmu yang jauh; kau yang disana
Hati yang bertadabbur tak sanggup membawa raga yang merindumu
aku harus bagaimana ?
Sementara jasmaniku tak dibawa terbang rohku yang melayang didepanmu
aku harus bagaimana ?
Mata ini tak mampu menyerang elok wajah yang disana
telinga ini tak siap mendengar intonasimu yang jauh disana
mulut ini membisu, diam untuk kau yang disana
Perempuanku yang disana
aku lihat matamu disini, dikamarku
aku peluk tanganmu dengan tangaku di kamarku
aku tutup matamu dengan cintaku
disitu, dikamarku
aku lakukan
aku ucapkan
aku cium keningmu
aku ucapkan didepanmu
kau akan aku tunggu dengan perasaan yang sama .
Friday, November 22, 2013
GADIS ADHEM
Pagi yang tak tahu menahu
Tak terdengar dering rintone kau memanggilku
Namun pagi itu sudah habis di makan ayam dan burung yang kelaparan
Cukup dengan segengggam tangan kecilku
Mukaku telah terkujur air embun yang dingin dan sejuk
Mata ini tak sempurna melihat ciptaanmu Tuhan
Tangan ini tak kuasa menerima salam yang lembut dan adhem
Hati ini yang gundah telah meninggalkan jauh sebab didepan ada ciptaanmu Tuhan
Siapakah ini ?
Kamu siapa ?
Suara pun berkomandang dengan perlahan dan penuh ketelatinan
Saat itu tak kuasa bibir ini berucap meski hanya sekejab mata berkedip
Aku lihat matamu
Aku pandangi bicara kamu
Aku rasakan manis lembutnya suaramu
Dan aku rasakan rasa takutmu sambil menarik lengan bajuku hingga mata kita menatap dekat.
Aku inginkan kau
Aku butuh kau
Aku bisakah bersama kau ?
Tak terdengar dering rintone kau memanggilku
Namun pagi itu sudah habis di makan ayam dan burung yang kelaparan
Cukup dengan segengggam tangan kecilku
Mukaku telah terkujur air embun yang dingin dan sejuk
Mata ini tak sempurna melihat ciptaanmu Tuhan
Tangan ini tak kuasa menerima salam yang lembut dan adhem
Hati ini yang gundah telah meninggalkan jauh sebab didepan ada ciptaanmu Tuhan
Siapakah ini ?
Kamu siapa ?
Suara pun berkomandang dengan perlahan dan penuh ketelatinan
Saat itu tak kuasa bibir ini berucap meski hanya sekejab mata berkedip
Aku lihat matamu
Aku pandangi bicara kamu
Aku rasakan manis lembutnya suaramu
Dan aku rasakan rasa takutmu sambil menarik lengan bajuku hingga mata kita menatap dekat.
Aku inginkan kau
Aku butuh kau
Aku bisakah bersama kau ?
Subscribe to:
Posts (Atom)